berdamai dengan tuhan

November 14, 2007

setelah sekian lama gak nulis diblog, tiba2 (dengan bunyi kucluk3..) gw berfikir untuk nulis sesuatu yang BERAT, huahahaha.. enggak juga sih, tergantung orang yang baca. bisa jadi berat, bisa jadi ringan..

well.. BERDAMAI dengan tuhan. terinspirasi dari cukup seringnya belakangan ini gw ngeliat orang2 GILA dijalanan jakarta. ada yang perempuan, ibu2, bapak2, sampe kakek2 gila yang duduk selonjoran di jalanan semanggi kemaren. it really makes me wonder.. bikin gw mikir, kenapa mereka bisa jadi seperti itu? kunaon teh?

menurut sumber, sebagian besar penderita gangguan mental disebabkan oleh tekanan psikis yang terlampau berat sehingga menyebabkan keguncangan dalam sistem saraf yang pada gilirannya menyebabkan seseorang dinamai orang stress/gila. klo ibarat karet gelang, saking kerasnya ditarik oleh persoalan, sampe2 terputus itu karet.  akhirnya tindakan2 dan pemikirannya beda sama sekali dengan orang waras. misalnya, telanjang dipinggir jalan tanpa malu2.

contoh2nya banyak. ada yang terganggu mentalnya karna ditinggal mati seseorang, ada yang karna cintanya gak kesampaian (seperti Majnun yang merindukan Laila), kekerasan psikis dan fisik, guncangan mental akibat perkosaan, etc. makin dicari tahu apa penyebab seseorang terganggu mentalnya, akan semakin banyak kita temui macam2 penyebabnya.

(nah lho, terus intinya opo tho aulia!! jangan bertele2, udah males nih bacanya!) well.. iya2. nah, kalo kita menganalisa juga meneliti lebih jauh, lebih jauh, dan lebih jauh lagi (ibaratnya dari kebayoran lama kesunterlah) akan kita temui contoh orang yang secara lahiriah MENGALAMI penyebab2 seseorang menjadi GILA, tapi kok dia gak GILA? aneh? iya.. aneh. seperti biasa, orang Indonesia gak bisa liat barang aneh dikit langsung nanya: Rahasianya apa Bos *_^ ?

itu dia konsep yang terhubung dengan judul gw diatas. BERDAMAI dengan Tuhan. konsep ini berarti kita menerima ketetapan Tuhan yang sudah terjadi. karna pada dasarnya, apapun yang akan menimpa kita sudah ditentukan kadarnya Tuhan bahkan sebelum kita lahir (tercatat di lauh ul mahfudz). Dave Pelzer, pria dengan masa kecil sangat kelam menjadi penulis yang bukunya dibaca dan mengilhami orang2 diseluruh dunia.  kemampuan menerima keadaan dengan tulus serta berupaya sekuat tenaga merobahnya tanpa harus menyalahkan Tuhan, keadaan, atau orang lain menyebabkan batin kita makin kuat. artinya kita mengambil kendali atas keadaan kita sekaligus Ridha atas apapun yang telah terjadi.

contoh lainnya saya baca disebuah buku. seorang Ulama bertemu di dengan seorang Ibu2 paruh baya, yang wajahnya kelihatan cerah dan tetap memancarkan pesona kemudaan seakan2 tidak pernah memiliki beban Hidup. kemudian karna penasaran, beliau bertanya. diperoleh jawaban bahwa suami dan anak wanita itu meninggal dihari yang sama beberapa waktu yang lalu belum lama berselang. namun Ia menyadari, itulah Takdir Tuhan yang tidak dapat diganggu gugat. sedih sekali, memang betul. tapi kerelaan atas ketetapan Tuhan Tercinta membuat ia bertahan (gak jadi gila, maksudnya). jadi rahasia sesungguhnya ada dalam pikiran, dan penerimaan. berdamai dengan takdir Tuhan. semoga dengan begitu kita terhindar dari menjadi Gila karna keadaan

Leave a Reply