Tuhan
November 27, 2007
ahhhhhhhhhhhhhh
kucari tak kucari.
tak kucari trus Ia “ADA”
menampak ku tak lihat
kurasa kutak rasa
kubenci tak jua ada
kucinta blum jua bisa
kuhirup yang ada tangis
kutangis yang ada dekat
kubingung yang ada semakin
semakin dalam kumakin tenggelam
kuhanyut kupilu
dalam biru kadang dalam hitam
selalu dan selalu
kucari tak kucari
kupasrah Ia ‘menyelami’ku
disore p’nuh haru
menjadi tua
November 14, 2007
tadi sore abis reunian anak2 alumni SMUN 47 di situ gintung. well, i haven’t seen some of the fellows for almost three(3) years. it’s kinda strange what TIME can do with you. im talking about phisical as well as mental appeareance here. they change a lot if i may say. beberapa nambah berat badan dan beberapa ‘ilang’ berat badan. emosi gw sdikit tergelitik. yah.. menjadi TUA. dalam memori terakhir gw temen2 sma dulu yah masih pada muda2, guratan wajahnya sdikit ‘cupu’ dan gerak-geriknya beda dari yang sekarang gw liat. artinya menjadi dewasa alias nambah tua.
saat2 ketemu orang yang lama gak kita liat menimbulkan emosi tersendiri dan menyemburkan air dingin penyadaran bahwa waktu terus berlalu dengan cepat. guru TK gw yang dulu masih muda dan cantik sekarang dah punya cucu dan jelas juga mulai terlihat tua. trus gimana nih? pikir punya pikir, it happens also with me, it happens also with you. dari toddler, lanjut ke remaja, lanjut kedewasa, lanjut ke setengah baya, dan berakhirlah usia kita didunia.
cantik sekarang, nanti?
kaya sekarang, nanti?
kuat sekarang, nanti?
scary thought sebenernya. garis kapur lalu mesti kita gesekkan lebih lanjut menuju pemahaman bahwa segala yang ada didunia bersifat sementara. tiada guna sombong dan jumawa. namun demikian waktu yang tersisa mesti dipergunakan sebaik2nya supaya gak ada penyesalan diakhir hidup yang singkat ini. beribadah sepenuh hati tiap hari supaya nanti, saat Tuhan memanggil jiwa2 ‘muthmainnah’ ke hadiratNya, kita dapat mendengar dan bangga menjawab: “ya, itu saya”
ingin mimpi ketemu Nabi
November 14, 2007
Dengan wajah muram seorang murid bersimpuh di hadapan syaikhnya. Sang syaikh dengan wajah dan suara berwibawa bertanya kepadanya,”Apakah gerangan merisaukanmu? ” “Wahai syaikh, sudah lama aku ingin melihat wajah Nabiku SAW walau hanyal ewat mimpi. Namun, sampai sekarang keinginanku belum juga terkabul,” jelas si murid.
“Oo… rupanya itu yang kau inginkan. Tunggu sebentar…” Sang syaikh mengeluarkan pena, kemudian menuliskan sesuatu untuk muridnya. “Nih…, bacalah setiap hari seribu kali, insya Allah kau akan bertemu dengan Nabimu.”
Dengan wajah berseri pulanglah si murid membawa catatan itu. Namun, setelah beberapa minggu, kembalilah si murid ke rumah syaikhnya memberitahukan bahwa bacaan yang diberikannya tidak menghasilkan apa-apa. Sang syaikh segera memberikan bacaan lain. Namun, beberapa minggu kemudian muridnya kembali dengan lesu memberitahukan bahwa bacaan itu pun masih belum menghasilkan apa-apa.Setelah diam beberapa saat, berkatalah sang syaikh, “Nanti malam datanglah engkau kemari. Aku mengundangmu makan malam.” Sang murid mengangguk kemudian pulang ke rumahnya. Setelah tiba saatnya, pergilah ia ke rumah sang syaikh untuk memenuhi undangannya. Ia merasa heran melihat syaikhnya hanya menghidangkan ikan asin saja. “Makan, makanlah semua ikan itu, jangan sisakan sedikit pun!” kata sang syeikh kepada muridnya. Karena tergolong murid taat, maka ia habiskan seluruh ikan asin yang ada. Selesai makan ia merasa kehausan karena memang ikan asin membuat orang mudah kehausan. Ia segera meraih segelas air dingin yang ada di hadapannya.
“Letakkan kembali gelas itu!” perintah sang syaikh. “Kau tidak boleh minum air itu hingga esok pagi, dan malam ini kau tidur di rumahku!” Dengan penuh rasa heran diturutinya perintah syaikhnya. Malam itu ia tak bisa tidur. Lehernya serasa tercekik karena kehausan. Ia membolak-balikkan badannya, hinggaakhirnya tertidur karena kelelahan. Apa yang terjadi? Malam itu ia mimpi,Syeikhnya menyodorkan segelas air dingin. Setelah minum, ia terjaga dari tidurnya. Mimpi itu sangat nyata. Seakan benar-benar terjadi padanya.
“Apa yang kau impikan?” tanya sang syeikh yang berdiri tak jauh darinya. “Syaikh aku tidak memimpikan Nabiku SAW, aku mimpi minum air.” Tersenyumlah sang syaikh mendengar jawaban muridnya. Kemudian dengan bijaksana ia berkata, “Jika cintamu pada Nabi SAW seperti cintamu pada air sejuk itu niscaya kau akan memimpikannya. “
Menangislah si murid. Ia baru sadar bahwa ternyata dalam hatinya belum cukup ada rasa cinta kepada Nabi. Ia masih lebih mencintai dunia daripada Nabi. Ia masih banyak meninggalkan sunahnya. Ia masih belum meneladani akhlaknya. ia masih lebih mencintai air…
saya kutip dari situs:
berdamai dengan tuhan
November 14, 2007
setelah sekian lama gak nulis diblog, tiba2 (dengan bunyi kucluk3..) gw berfikir untuk nulis sesuatu yang BERAT, huahahaha.. enggak juga sih, tergantung orang yang baca. bisa jadi berat, bisa jadi ringan..
well.. BERDAMAI dengan tuhan. terinspirasi dari cukup seringnya belakangan ini gw ngeliat orang2 GILA dijalanan jakarta. ada yang perempuan, ibu2, bapak2, sampe kakek2 gila yang duduk selonjoran di jalanan semanggi kemaren. it really makes me wonder.. bikin gw mikir, kenapa mereka bisa jadi seperti itu? kunaon teh?
menurut sumber, sebagian besar penderita gangguan mental disebabkan oleh tekanan psikis yang terlampau berat sehingga menyebabkan keguncangan dalam sistem saraf yang pada gilirannya menyebabkan seseorang dinamai orang stress/gila. klo ibarat karet gelang, saking kerasnya ditarik oleh persoalan, sampe2 terputus itu karet. akhirnya tindakan2 dan pemikirannya beda sama sekali dengan orang waras. misalnya, telanjang dipinggir jalan tanpa malu2.
contoh2nya banyak. ada yang terganggu mentalnya karna ditinggal mati seseorang, ada yang karna cintanya gak kesampaian (seperti Majnun yang merindukan Laila), kekerasan psikis dan fisik, guncangan mental akibat perkosaan, etc. makin dicari tahu apa penyebab seseorang terganggu mentalnya, akan semakin banyak kita temui macam2 penyebabnya.
(nah lho, terus intinya opo tho aulia!! jangan bertele2, udah males nih bacanya!) well.. iya2. nah, kalo kita menganalisa juga meneliti lebih jauh, lebih jauh, dan lebih jauh lagi (ibaratnya dari kebayoran lama kesunterlah) akan kita temui contoh orang yang secara lahiriah MENGALAMI penyebab2 seseorang menjadi GILA, tapi kok dia gak GILA? aneh? iya.. aneh. seperti biasa, orang Indonesia gak bisa liat barang aneh dikit langsung nanya: Rahasianya apa Bos *_^ ?
itu dia konsep yang terhubung dengan judul gw diatas. BERDAMAI dengan Tuhan. konsep ini berarti kita menerima ketetapan Tuhan yang sudah terjadi. karna pada dasarnya, apapun yang akan menimpa kita sudah ditentukan kadarnya Tuhan bahkan sebelum kita lahir (tercatat di lauh ul mahfudz). Dave Pelzer, pria dengan masa kecil sangat kelam menjadi penulis yang bukunya dibaca dan mengilhami orang2 diseluruh dunia. kemampuan menerima keadaan dengan tulus serta berupaya sekuat tenaga merobahnya tanpa harus menyalahkan Tuhan, keadaan, atau orang lain menyebabkan batin kita makin kuat. artinya kita mengambil kendali atas keadaan kita sekaligus Ridha atas apapun yang telah terjadi.
contoh lainnya saya baca disebuah buku. seorang Ulama bertemu di dengan seorang Ibu2 paruh baya, yang wajahnya kelihatan cerah dan tetap memancarkan pesona kemudaan seakan2 tidak pernah memiliki beban Hidup. kemudian karna penasaran, beliau bertanya. diperoleh jawaban bahwa suami dan anak wanita itu meninggal dihari yang sama beberapa waktu yang lalu belum lama berselang. namun Ia menyadari, itulah Takdir Tuhan yang tidak dapat diganggu gugat. sedih sekali, memang betul. tapi kerelaan atas ketetapan Tuhan Tercinta membuat ia bertahan (gak jadi gila, maksudnya). jadi rahasia sesungguhnya ada dalam pikiran, dan penerimaan. berdamai dengan takdir Tuhan. semoga dengan begitu kita terhindar dari menjadi Gila karna keadaan


