Trojan dan pengkondisian fikiran
April 8, 2007
written-January 31, 2007
fiuhhhhhhhh!! ini kali kedua laptop gw di format ulang gara2 TROJAN dalam bulan ini. yang pertama gara2 gak pake anti virus apapun dalam beberapa bulan (ajaib! selama itu, baru kena virus! tapi sekalinya.. TROJAN !) yang menggerogoti semua file yang di kompile bertahun2.. HOLY COW ! hampir semua gak bisa diselamatkan dan harus diformat ulang. bener2 NYESEK< HIEErrK~~ tapi, yah.. mau diapain lagi.
format ulang kedua kemarin, gara2 kemasukan flash disc temen yang ada trojannya. infected files udah didelet pake McAfee, tapi tetep muncul virus baru besok2nya. untung drivenya udah dipartisi waktu format ulang pertama, jadi data2 baru gak ilang. selamet. kenapa judulnya Trojan dan pengkondisian pikiran? hm.. setelah gw pikir2, komputer itu mirip2 otak manusia juga ya, gimana menurut loe? maksud gw gini.. waktu kita lahir, alam pikiran masih pure, belum keisi apa2. sama kayak komputer yang baru dibeli. isinya cuma program operating system, cuma tools yang belum ada isinya. nah, seiring berjalan waktu, tu komputer akhirnya keisi macem2. dari mulai tugas2 kuliah dengan format word, presentasi power point, PDF, terus music2 yang loe download dari temen atau internet, program baru yang loe install, etc. nah, klo gak hati2 make tu komputer, bisa2 kena yang namanya VIRUS/spam/popup/jazzup/rockup/keroncongup-hehe-. bisa kena diInternet klo buka situs2 gak jelas yang kebanyakan isinya oke, hehe, atau kayak gw, kena dari flash/floppy/donlod file yang infected. klo virusnya gak terlalu bahaya, bisa diremove pake antivirus. tapi kalo virusnya parah dan anti virus kita gak diupdate, bisa2 file2 yang lain kena dan.. ancur deh pokoknya. bahkan gw denger dari tukang servis di toshiba dia pernah kena virus yang ngerusak hardwarenya (monitor jadi gak bisa dipake lagi). nah, klo di manusia stage ini namanya udah sampe ke STADIUM STRESS SAMPE GILA, huakaka..
makanya, klo sama komputer aja kita mesti xtra hati-hati terhadap virus, apalagi sama fikiran kita! mesti super duper extra sangat hati2 sekali terhadap pengaruh2 input negatif. datangnya mungkin dari guru sd dulu yang pernah meremehkan, orang tua yang tanpa disadari bikin down, temen yang memasukkan komentar/nasihat negatif, atau bahkan pengalaman traumatis seperti penganiayaan, pelecehan, dan lain2. seiring berjalan waktu, hal2 negatif ini, seperti virus, walaupun gak kelihatan di “surface” tapi tetep stay dsana. nempel dalam subconscious mind kita. alam bawah sadar kita. hidden file kita. mempengaruhi tindakan kita secara gak sadar. gw pribadi seneng merhatiin orang jalan. dari jalannya, gerak badan/body languagenya kita bisa tahu orang itu energik, pemalu (seperti gw, huehehe), atau lagi punya masalah.
Seperti nasihat Robin Sharma, penulis’ the monk who sold his ferrari’ jangan biarkan satupun pikiran negatif memasuki fikiran. tangkal dia. debug/reboot/scan file2 pikiran. cari yang udah terinfeksi (ini bisa dilakukan dengan refleksi diri, meditasi, berdoa pada Allah swt) dan quarantined file2 itu dengan cara menerima yang telah terjadi sebagaimana adanya. “nothing in life has any meaning, except the meaning you give to it” itu yang dikatakan Anthony Robbins, master of mind & best coach in the world.
terima apa adanya pengalaman itu sebagai pengalaman aja. klo di Character Building disebut SELF ACCEPTANCE. baru setelah kita menerima diri apa adanya, kita bisa melanjutkan hidup yang kita impikan. “the past did not equal the future” kata Anthony Robbins lagi. itu penjelasan kenapa seorang bayi perempuan negro yang lahir dari wanita 13 tahun tanpa suami, dan dalam masa kanak2nya mengalami pelecehan seksual sampai hamil, terus anak yang dikandung meninggal karena prematur, bisa mempunyai masa depan gemilang. bahkan dikenal diseluruh dunia. namanya Oprah Winfrey..


