written-February 09, 2007

anna nicole smith and the pursuit of happiness

kaget! itu yang gw rasa begitu mulai online kemarin pagi. dihalaman yahoo! diberitakan artis Anna Nicole Smith (39tahun) meninggal dunia tiba-tiba menyusul anak laki-lakinya yang berusia sekitar 20 tahun, meninggal tiba-tiba ‘juga’ 5 bulan lalu dirumah sakit, dengan dugaan karena unsur obat-obatan (penenang, drugs, dll).

Smith, a small-town Texas girl who went from topless dancer to Playboy Playmate of the Year, Guess jeans model and bride of an 89-year-old oilman, was found unconscious in her hotel room by a private nurse, officials said. A bodyguard performed CPR, Tiger said, but Smith was declared dead at a hospital    (yahoo! news)

Anna Nicole punya reality show sendiri di amerika sana, kamera menyorot kehidupan pribadinya yang glamor dan disiarkan ke publik.  Perjuangan menurunkan berat badan, party2 yang dia hadiri, red carpet, etc. kehidupan pribadinya sendiri sangat unik. besar ditexas, jadi pelayan, nikah muda dan punya anak, abis itu bercerai sebelum akhirnya terjun ke dunia keartisan. pernah juga jadi cover majalah Playboy. ambisinya besar. donald trump sendiri bilang kalau Anna jauh lebih pintar dari yang ‘terlihat’. pokoknya kehidupan Anna udah kayak telenovela deh.

dia kemudian menikah lagi sama jutawan yang berusia 89 tahun. can you imagine? setahun kemudian, beliau, jutawan itu wafat diusia 90 tahun (wajar lah ya) dengan mewarisi sebagian besar hartanya ke Anna.

At her death, Smith was waging a yearslong court battle over the estate of her late husband, J. Howard Marshall II, who died in 1995 at age 90. A federal court in California awarded Smith $474 million, but that was later overturned.

Anna sampai akhir hayatnya masih berebutan sama anak cucu sang jutawan untuk masalah warisan ini. mirip soap opera? he eh. kembali kemasa kini, ibunya Anna bilang penyebab utama kematiannya karena stress dan obat-obatan.

oke, kita sngkirkan dulu berita tadi, dan btw, gak ada maksud melecehkan siapapun yah. hm.. pengejaran kebahagiaan.. banyak jalan yang ditempuh seseorang untuk mencapai bahagia. tapi sebenarnya, bahagia itu apa sih? kalau semua orang ditanya keinginan dalam hidup, hampir bisa dipastikan banyak yang pada jawab menjadi bahagia, jalannya bisa dengan punya uang segunung, punya istri cantik, kedekatan dengan pencipta, dsb (dan saya bingung, hehe)

masalahnya, kebanyakan orang (mungkin termasuk gw & loe) mikir kebahagiaan itu ada di LUAR DIRI. untuk bahagia, gw harus punya ini itu dulu, kalau belum, gw belum bisa bahagia. NAH INI DIA masalahnya.. kalau seseorang mikir untuk bahagia itu mesti punya 100 juta dolar, dia gak akan bahagia kalo duitnya kurang dari itu, bahkan bila sudah 99 juta dolar (gile kali ye..). punya target perlu banget dalam hidup ini. 100 juta dolar bukan mustahil diraih, tapi jangan nunggu sampe2 yang udah kita raih gak kita syukuri dan nikmati.

Instead, bahagia itu sebenernya cuma state of mind kok. dalam buku tasawuf modern, buya HAMKA menulis masalah bahagia dengan sangat elegan.. kesenangan yang dirasakan oleh seorang anak kecil yang dibelikan sepeda oleh bapaknya, boleh jadi sebanding dengan seseorang yang membeli mobil mewah, bahkan mungkin lebih. HAH! how can you compare a bicycle with a luxurious car?. tapi emang bener. jadi kesenangan bukan soal materi ya, tapi soal kondisi jiwa dan fikiran. walaupun gw setuju banget kalau bisa free financially, jelas ngebantu, minimal bikin senyum lah..  jadi, gak harus kawin sama orang tua kaya kan..?!

nikmati dan sukuri tiap moment, tiap hal hal kecil. celebrate each day. itu salah satu resep sehat dan panjang umur, kata yogi2 india. bahkan kebahagiaan bisa didapat dari seulas senyum. pasti ada kebenaran dalam kata2 itu, kalau enggak, mereka gak akan disebut yogi, tapi orgil (orang gila, red) hehe. bahkan kalau lagi susah, sukurin aja, karena ini semua cuma episode2 kehidupan, seperti yang AA Gym bilang. kadang di atas, kadang dibawah, kadang kejepit ditengah2 (ini gw sendiri yang nambahin, maap ‘A). enak kan, kalau selalu bisa bahagia dalam tiap kondisi hidup ini, walaupun emang susah, gampangan diomonginnya (mudah2an penulis & pembaca bisa mengaplikasikan juga)..

Leave a Reply