Preface:
Dear Blog,
Maafkan ownermu yang sudah lama tidak menjenguk. Jarang posting. Kalau buku di rak pasti sudah berdebu. Kalau pacar pasti sudah sakit menahan rindu (ceilee). Kalau beras pasti sudah expired dimakan kutu (I know, crazy for the rhyme). Mohon pula jangan mentertawakan posting ini, terutama karna temanya tentang memelihara.. (senyum dikit bolehlah blog)
enough of the preface..
Tentang Memelihara..
Tema tulisan ini terpikir karna suatu kejadian yang saya alami beberapa waktu lalu. Pelajaran penting untuk saya pribadi, dan semoga juga bagi yang membaca tulisan ini. Karena saat ini saya bekerja di lembaga Training Softskill, terutama berkaitan dengan Leadership, saya berkesempatan bertemu dengan orang-orang hebat yang menjadi trainer dari berbagai background pekerjaan dan pendidikan.
suatu hari, setelah rampung pelaksanaan Training personal leadership di sebuah perusahaan telekomunikasi di Bandung, saya yang menangani project saat itu menumpang pulang ke Jakarta di mobil seorang Trainer. Beliau adalah salah seorang yang paling saya kagumi. Di Usia hampir kepala 6, pria yang pernah memimpin Pabrik berpegawai ribuan orang selama dua puluh tahun ini tampil bersahaja dan mesra kepada orang-orang terdekatnya, atau yang bahkan baru dikenal. Berapa banyak anda kenal boss memanggil supirnya dengan sebutan ‘Nak’? saya kenal satu, dan beliaulah orangnya.
pada kesempatan pulang bersama itulah saya memperhatikan, sebelum masuk ke mobil untuk pulang beliau menyempatkan mengganti celana bahannya yang dipakai bersama dengan setelan jas saat tampil sebagai pembicara beberapa jam sebelumnya. Tanpa saya tanya, beliau menjelaskan; “Celana dan Jasnya ini sudah 22 Tahun ayah (panggilan akrab beliau) pakai. masih seperti baru kan?” (dan memang saya perhatikan masih dalam kondisi bagus). ” Ayah langsung ganti dengan celana biasa supaya tahan lama.”
seketika itu saya cuma memuji dan tidak berpikir apa-apa. Baru kemudian setelah saya renungkan, kebiasaan kecil itu, lebih jauh lagi memperlihatkan sifat seorang dalam hidupnya. Beliau seorang Pemelihara Sejati dalam setiap aspek hidup. Pelajaran inilah yang membekas pada diri saya. Banyak hal-hal yang sejatinya mampu tahan lama, namun rusak dengan cepatnya karena abai kita memelihara. Pertemanan yang putus karena hilang contact, percintaan (hubungan rumah tangga?) yang hambar karena malas menyalakan lagi api cinta dan perhatian tulus, barang-barang sederhana seperti kaos kaki, celana, jam tangan, motor, yang cepat rusak karna tidak telaten memakainya. And yes, blog yang ga nambah-nambah postingan karna si empunya jarang mengunjungi :p Begitu pula sebaliknya.. saat usaha kita maksimal memelihara, tidak jarang kita lihat persahabatan yang tahan berdasawarsa, rumah tangga yang tetap mesra sampai kakek nenek, dan barang-barang lama terlihat masih elok karna pandai merawatnya.
sebenarnya mau saya berlama-lama menulis tentang memelihara ini, tapi selain karena malu dan pembaca saya yakin sudah menangkap maksudnya, terutama saya teringat ada teman yang telah lama tidak saya sapa. Semoga kita bisa menjadi pemelihara yang setia. Sampai jumpa..



